Lukisan dan DNA Tertua di Dunia Ditemukan di Maros Sulawesi Selatan

Sebuah temuan arkeologis baru ditemukan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Dikutip dari teras.id, temuan arkeologis tersebut disampaikan oleh Bupati Maros, Chaidir Syam, dalam webinar Road to Indonesia Digital Conference (IDC) 2021. Chaidir mengungkapkan bahwa temuan arkeologis tersebut merupakan sebuah lukisan yang usianya diperkirakan 45 ribu tahun.

Dilansir dari news.artnet.com, lukisan yang ditemukan di dalam sebuah gua gamping tersebut merupakan lukisan gua tiga babi liar. Tiga babi dalam lukisan tersebut diperkirakan merupakan spesies babi kutil Sulawesi yang sedang bergerombol, beberapa di antaranya bahkan digambarkan sedang bertarung. Adapun, bahan yang digunakan untuk melukis lukisan tersebut diperkirakan merupakan pigmen oker merah. Dikutip dari Jurnal Scientific Records, lukisan tersebut kini mulai memudar karena perubahan iklim yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.

Selain lukisan, Chaidir juga mengumumkan sebuah penemuan arkeologis lain, yakni sebuah deoxyribonucleic acid (DNA) tertua manusia di Leang Panning, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. DNA tersebut diperkirakan mencapai 7.500 tahun, yang kemudian membuatnya menjadi DNA tertua di dunia.

Gua yang menjadi tempat ditemukannya lukisan dan DNA tertua di dunia tersebut cukup sulit untuk diakses. Dilansir dari newscientist.com, gua tersebut pertama kali ditemukan pada 2017 oleh Adam Brumm, Profesor Arkeologi dari Griffith University. Brumm hanya bisa mengakses gua tersebut ketika musim kemarau. Ketika Brumm menemukan gua tersebut untuk pertama kalinya, penduduk sekitar gua bahkan baru menyadari keberadaan gua tersebut.

Beberapa ahli mengungkapkan bahwa semua ini merupakan temuan yang cukup spektakuler di dunia arkeologi. Dikutip dari jurnal Science Advance, temuan lukisan dan DNA tertua di dunia tersebut membuktikan bahwa Asia Tenggara merupakan wilayah yang sempat dilewati oleh manusia purba. Saat berpindah dari Afrika ke Australia, manusia purba diperkirakan sempat lewat dan singgah di beberapa wilayah Asia Tenggara.

BANGKIT ADHI WIGUNA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *